animasi blog
animasi blog

Rabu, 18 Oktober 2017

Kegigihannya


Kegigihannya
Dari judul dapat merangkum segala isi buku tentang “ Kegigihannya “ karya Windi Hendra. Dalam buku ini, Windi Hendra menuliskan segala hal-hal tentang Bude Kasih yang belum diketahui banyak orang. Berhubungan dengan suatu pekerjaan Bude Kasih, mengutip kehidupan Bude Kasih seperti membaca sebuah kisah pengalaman dari Bude Kasih yang hidup sederhana telah meraskan suka-dukanya kehidupan yang di rasakan oleh Bude Kasih.
            Tiupan angin dipagi hari yang begitu segar dan sejuknya, membuat badan menjadi sehat. Hari berganti bulan-bulan berganti tahun, sungguh, melihat seorang wanita tua yang memakai terudung senyum manisnya, dan bermata sipit sambil berjalan menuju halaman parkiran dari kejauhan sana.
            Dari kejauhan saya melihat Bude Kasih sedang menyapu halaman parkiran dipagi hari. Ketika saya sedang duduk ditaman FKIP yang di sediakan dosen. Ia menyapu dengan senyuman yang tidak pernah hilang dari wajahnya, wajah yang penuh semangat dan kegigihannya yang dia lakukan.
*            

Setengah jam kemudian, bude menyelesaikan pekerjaan yang ia kerjakan tadi, ia pun menuju tempat dimana saya duduk sambil membawa tas yang berisi minum yang ia bawa dari rumah. Lalu Bude Kasih duduk disamping saya. Saya menyapa “pagi bude..”,”iya pagi juga nak”..balas bude,
            “cepat kali kamu datang nak, masih pagi kali loh”, kata Bude. “iya bude, saya mau menghirup udara segar buk...”,jawab saya.
            Saya memandangi buk de tersebut, sambil melihat wajahnya yang kelelahan itu. Saya jadi berpikir ibuk saya yang dirumah, bahkan saya jadi rindu sama ibukku.
*

            “bude, sejak kapan kerja disini buk ?” tanya saya. “sejak tahun 1999, nak “jawab buk de. Begitu semangatnya bekerja demi kebutuhan untuk hidupnya. Saya jadi termotivasi, karena ibu tersebut sangatlah pekerja keras dan memiliki kegigihannya yang kuat akan pekerjaan yang dia lakukan. Ia tidak malu dengan pekerjaanya. Pekerjaan yang ia lakukan begitu halal.
            Lepas itu buk de beranjak dari tempat ia duduk tadi, ia mengambil sebuah plastik besar, ternyata ia mengambil botol-botol, aqua gelas dan kardus untuk ia jual nanti. Ternyata selain pekerjaanya ada pekerjaan sampingan, yaa mungkin untuk kebutuhan dapur untuk sedikit membantu perekonomiannya.
            Satu persatu aqua gelas ia bersihkan, yang berisi air ia buang. Sambil duduk dia masukan ke dalam plastik yang dia bawa tadi.
            Lima menit kemudian, yang bude kerjakan tadi telah selesai, lalu ia minum air, sambil menarik nafas, begitu lelahnya ia lakukan dengan keseharian wajibnya. Saya jadi sedih melihat    ia   bekerja    dengan kegigihannya, saya membayangkan ibuk saya yang di rumah “ bagaimana ketika ibuk saya seperti buk de lakukan ?”, pasti saya merasa sedih sekali melihat ibuk saya yang begitu lelahnya buk de lakukan dengan pekerjaan yang buk de lakukan. Saya jadi rindu ibuk saya dan ingin sekali memeluk ibuk saya. Setahun sekali saya hanya bisa pulang kerumah. Dan kini saya banyak menghabiskan waktu kuliah untuk masa depan saya.
            Saya sungguh menyadarinya kalau pekerjaan tersebut tidak mudah dilakukan setiap harinya. Mungkin ketika saya di posisinya saya tidak sanggup melakukannya setiap hari seperti buk de lakukan saat ini.
The end

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.