animasi blog
animasi blog

Kamis, 26 Oktober 2017

Peran Guru Dalam Proses Pembelajaran




Yang dapat saya simpulkan tentang peran guru dalam proses pembelajaran adalah guru hanya bertindak sebagai fasilitator, namun meski begitu pendidikan yang ada ialah pendidikan untuk semua. Dalam kegiatan di kelas, para peserta didik bukan lagi objek, namun subjek. Dan setiap kegiatan siswa ada nilainya.

Supayah peserta didik tersebut mempunyai nilai, guru dapat membentuk peserta didik menjadi pribadi yang saleh penuh keimanan dan  ketaqwaan serta santun dalam bertindak, meningkatkan profesionalisme dalam proses belajar mengajar, menumbuhkan sikap inovatif, kreatif dan kompetitif., meningkatkan pemahaman terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, berprestasi dalam melestarikan seni budaya dan menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusip dan nyaman, lengkap sarana dan prasarana, dan kerja sama dengan orang tua dan instansi terkait untuk berperan aktif di dalam meningkatkan prestasi pendidikan dengan menambah sarana dan prasarana.

Experience Watching The Compositions About Speech and StoryTelling

CHAPTHER II


Merasa ingin tahu tentang suatu hal yang belum diketahui  sangat penting bagiku apa lagi seperti 2nd English Competition, ketika aku duduk bersama teman sekelasku untuk melihat kegiatan 2nd english competition di halaman kantin universitasku. Karena ada teman sekelasku mengikuti kegiatan 2nd english competition tersebut, sebut saja namanya Nunung. aku dan teman-teman sekelasku datang untuk menghibur teman kami yang lagi tampil dan memberikan semangat kepadanya.
           
          Meskipun banyak yang mengikuti kegiatan 2nd english copetition, mereka berasal dari fakultas yang berbeda, aku bangga melihat teman kelasku yang mempunyai ke beranian dan kemampuan untuk tampil di acara 2nd english competition tersebut. Melihat keberanian Nunung teman sekelasku, untuk tampil meskipun banyak yang melihat di halaman kegiatan 2nd english compotition aku dan teman sekelas terus memberikan suara sorakan untuk menyemangatinya.
         
        Di tempat kegiatan 2nd english competition teman sekelas yang lainnya, mereka banyak mengambil photo dan termasuk saya juga begitu. Mungkin itu sudah menjadi suatu kebiasaan  setiap orang melihat suatu kegiatan dan mengambil photo kegiatan tersebut untuk menjadikan suatu motivasi.
          
        Ketika saat aku duduk di kursi tepat di saat itu kegiatan sedang berlangsung, ada seorang  bertanya kepadaku  sebut saja namanya “ Alek “, dia bertanya “Abang dari fakultas mana bang” wajanya yang senyum saat menyapaku dia berbedah fakultas samaku, lantas lalu aku menjawab pertanyaan “dari fakultas fkip bang” dan aku kembali bertanya kepadanya “abang dari fakultas mana bang...”, lalu dia jawab “aku dari fakultas seni budaya bang” tiba aku mendengar jawabanya aku langsung berpikir dan merenungkan. Orang dari fakultas seni budaya saja mau mengikuti kegitan 2nd english competition, apa lagi yang memang jurusan bahasa inggris sedangkan mereka yang bukan jurusan bahasa inggris mereka mau mengikuti kegiatan 2nd english competition disinilah saya mendapat motivasi.

       Setelah mendengar jawaban orang yang baru aku kenal. Percakapan aku dengan dia terus belanjut, dan tak lama kemudian ada teman sekelasku datang untuk mengajak ku kembali pulang ke fkip tampat fakultasku untuk mengikuti mata pelajaran yang belum selesai, tiba mendengarkan ucapan teman sekelasku, akupun pamitan kepada teman yang baru aku kenal tadi, langsung saja aku dan teman sekelasku bergagas untuk kembali ke fakultas fkip tempat aku kuliah.
 

Kamis, 19 Oktober 2017

Teori-Teori Belajar dan Aplikasinya



Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori behviorisme dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.  Oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.
Sehingga dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik peserta didik, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Dalam pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behvioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau peserta didik tersebut.

Rabu, 18 Oktober 2017

Kegigihannya


Kegigihannya
Dari judul dapat merangkum segala isi buku tentang “ Kegigihannya “ karya Windi Hendra. Dalam buku ini, Windi Hendra menuliskan segala hal-hal tentang Bude Kasih yang belum diketahui banyak orang. Berhubungan dengan suatu pekerjaan Bude Kasih, mengutip kehidupan Bude Kasih seperti membaca sebuah kisah pengalaman dari Bude Kasih yang hidup sederhana telah meraskan suka-dukanya kehidupan yang di rasakan oleh Bude Kasih.
            Tiupan angin dipagi hari yang begitu segar dan sejuknya, membuat badan menjadi sehat. Hari berganti bulan-bulan berganti tahun, sungguh, melihat seorang wanita tua yang memakai terudung senyum manisnya, dan bermata sipit sambil berjalan menuju halaman parkiran dari kejauhan sana.
            Dari kejauhan saya melihat Bude Kasih sedang menyapu halaman parkiran dipagi hari. Ketika saya sedang duduk ditaman FKIP yang di sediakan dosen. Ia menyapu dengan senyuman yang tidak pernah hilang dari wajahnya, wajah yang penuh semangat dan kegigihannya yang dia lakukan.
*            

Setengah jam kemudian, bude menyelesaikan pekerjaan yang ia kerjakan tadi, ia pun menuju tempat dimana saya duduk sambil membawa tas yang berisi minum yang ia bawa dari rumah. Lalu Bude Kasih duduk disamping saya. Saya menyapa “pagi bude..”,”iya pagi juga nak”..balas bude,
            “cepat kali kamu datang nak, masih pagi kali loh”, kata Bude. “iya bude, saya mau menghirup udara segar buk...”,jawab saya.
            Saya memandangi buk de tersebut, sambil melihat wajahnya yang kelelahan itu. Saya jadi berpikir ibuk saya yang dirumah, bahkan saya jadi rindu sama ibukku.
*

            “bude, sejak kapan kerja disini buk ?” tanya saya. “sejak tahun 1999, nak “jawab buk de. Begitu semangatnya bekerja demi kebutuhan untuk hidupnya. Saya jadi termotivasi, karena ibu tersebut sangatlah pekerja keras dan memiliki kegigihannya yang kuat akan pekerjaan yang dia lakukan. Ia tidak malu dengan pekerjaanya. Pekerjaan yang ia lakukan begitu halal.
            Lepas itu buk de beranjak dari tempat ia duduk tadi, ia mengambil sebuah plastik besar, ternyata ia mengambil botol-botol, aqua gelas dan kardus untuk ia jual nanti. Ternyata selain pekerjaanya ada pekerjaan sampingan, yaa mungkin untuk kebutuhan dapur untuk sedikit membantu perekonomiannya.
            Satu persatu aqua gelas ia bersihkan, yang berisi air ia buang. Sambil duduk dia masukan ke dalam plastik yang dia bawa tadi.
            Lima menit kemudian, yang bude kerjakan tadi telah selesai, lalu ia minum air, sambil menarik nafas, begitu lelahnya ia lakukan dengan keseharian wajibnya. Saya jadi sedih melihat    ia   bekerja    dengan kegigihannya, saya membayangkan ibuk saya yang di rumah “ bagaimana ketika ibuk saya seperti buk de lakukan ?”, pasti saya merasa sedih sekali melihat ibuk saya yang begitu lelahnya buk de lakukan dengan pekerjaan yang buk de lakukan. Saya jadi rindu ibuk saya dan ingin sekali memeluk ibuk saya. Setahun sekali saya hanya bisa pulang kerumah. Dan kini saya banyak menghabiskan waktu kuliah untuk masa depan saya.
            Saya sungguh menyadarinya kalau pekerjaan tersebut tidak mudah dilakukan setiap harinya. Mungkin ketika saya di posisinya saya tidak sanggup melakukannya setiap hari seperti buk de lakukan saat ini.
The end

Kamis, 12 Oktober 2017

Belajar dan Pembelajaran


Dalam motivasi belajar untuk meningkatkan kemampuan peserta didik, upaya yang dilakukan pendidik,  agar tidak maendapat kesulitan dalam belajar, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan.  

Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.  Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.